Wednesday, 20 July 2016

Simulasi Konfigurasi Router Dinamik Routing OSPF melalui CLI pada Cisco Packet Tracer

Leave a Comment

I. Pengertian 

OSPF (Open Shortest Path First) merupakan sebuah routing protokol berjenis IGRP (InteriorGateway Routing Protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal.
Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan. OSPF merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan area.

II. Manfaat dan Tujuan

  1. Memahami konsep Routing Dinamis OSPF.
  2. Konfigurasi Routing Dinamis OSPF untuk menyambungkan beda jaringan.

III. Latar Belakang

Seiring dengan semakin berkembangnya jaringan komputer di dunia, maka semakin banyak juga jaringan komputer yang terbentuk di dunia. Maka akan semakin banyak pula jaringan yang terbuat, maka dari itu diperlukan suatu perangkat yang mana bisa membuat jalan antara masing-masing jaringan bisa saling terhubung. Lalu munculah Router yang mana mampu mengatasi permasalahan tersebut sehingga terjalin jaringan-jaringan yang terintegrasi dan saling terhubung antar satu sama lain. Dalam bekerja, router masih memerlukan sesuatu yang dinamakan routing protocol yang mana merupakan pengaturan dari router itu sendiri yang berisi tentang langkah-langkah bagaimana router dapat menghubungkan jaringan-jaringan yang tersedia (logaritma menghubungkan jaringan).

IV. Alat dan Bahan

  1. Dalam Virtual
    1. Router 
    2. PC
    3. Switch
  2. Perangkat Fisik
    1. Komputer atau Laptop yang sudah terinstall Cisco Packet Tracer.

V. Tahap Pelaksanaan

Pengaturan Dasar

1. Topologi Jaringan
2. Setelah itu seting semua IP address agar menjadi sama seperti pada saat menjadi

Konfigurasi 

1. Setelah semua pengaturan dasar selesai, maka selanjutnya kita masuk ke pengaturan routing ospf. Langsung saja pada Router 1 pengaturannya adalah sebagai berikut ini :
Lalu untuk yang ini pengaturan pada Router 2 :
2. Setelah selesai, selanjutnya langsung saja kita uji koneksi antar client dengan menggunakan ping. Untuk yang ini screenshot saya ping dari ip client router 1 menuju ip client router 2.
Kita juga bisa menggunakan tracert untuk melihat route ip address yang dilewati selama routing. 
3. Untuk tahap selanjutnya, kita bisa mengecek hasil pengaturan routing yang kita buat tadi dengan perintah show ip route.
4. kita juga bisa melihat list hop ip address sekitar dengan perintah show ip ospf neighbor.
5. kita juga dapat melihat list data routing ospf yang tersimpan dalam satu area ospf kita bisa menggunakan perintah show op ospf database.
Hasilnya akan seperti ini.

VI. Hasil dan Kesimpulan

Dengan ini berhasil konfigurasi routing OSPF untuk menyambungkan beberapa jaringan secara dinamik cukup dengan mengadvertise jaringan yang terkoneksi secara langsung. Untuk jangka panjang Routing tipe ini akan cukup efisien ketika terjadi penambahan jaringan kita cukup mengadvertise jaringa yang sudah kita tambahkan tadi tanpa perlu mengubah pengaturan pada Router lain.

VII. Referensi

Read More

Simulasi Konfigurasi Router Dinamik Routing EIGRP melalui CLI pada Cisco Packet Tracer

Leave a Comment

I. Pengertian 

EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada CISCO. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router CISCO saja dan routing ini tidak didukung dalam jenis router yang lain.

II. Manfaat dan Tujuan

  1. Memahami konsep Routing Dinamis EIGRP.
  2. Konfigurasi Routing Dinamis EIGRP untuk menyambungkan beda jaringan.

III. Latar Belakang

Seiring dengan semakin berkembangnya jaringan komputer di dunia, maka semakin banyak juga jaringan komputer yang terbentuk di dunia. Maka akan semakin banyak pula jaringan yang terbuat, maka dari itu diperlukan suatu perangkat yang mana bisa membuat jalan antara masing-masing jaringan bisa saling terhubung. Lalu munculah Router yang mana mampu mengatasi permasalahan tersebut sehingga terjalin jaringan-jaringan yang terintegrasi dan saling terhubung antar satu sama lain. Dalam bekerja, router masih memerlukan sesuatu yang dinamakan routing protocol yang mana merupakan pengaturan dari router itu sendiri yang berisi tentang langkah-langkah bagaimana router dapat menghubungkan jaringan-jaringan yang tersedia (logaritma menghubungkan jaringan).

IV. Alat dan Bahan


  1. Dalam Virtual
    1. Router 
    2. PC
    3. Switch
  2. Perangkat Fisik
    1. Komputer atau Laptop yang sudah terinstall Cisco Packet Tracer.

V. Tahap Pelaksanaan

Topologi Jaringan


Langkah Kerja

1.  Untuk pertama-tama kita masuk ke pengaturan IP dari PC, sesuaikan semua pengaturan seperti topologi di atas.
2.  Setelah itu kita baru masuk ke pengaturan Router yang mana sekaligus pengaturan IP dari Router. Berikut ini syntaxnya.

Router 1

Router>enable
Router#conf term
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#int fa0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#router eigrp 10 
Router(config-router)#network 192.168.1.0 
Router(config-router)#network 172.168.1.0 
Router(config-router)#no auto-summary


Router 2

Router>enable
Router#conf term
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.168.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#int fa0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#router eigrp 10 
Router(config-router)#network 192.168.2.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0
Router(config-router)#no auto-summary


Router 3

Router>enable
Router#conf term
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.168.1.3 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#int fa0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#router eigrp 10 
Router(config-router)#network 192.168.3.0 
Router(config-router)#network 172.168.1.0
Router(config-router)#no auto-summary


Router 4

Router>enable
Router#conf term
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.168.1.4 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#int fa0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.4.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#router eigrp 10 
Router(config-router)#network 192.168.4.0 
Router(config-router)#network 172.168.1.0 
Router(config-router)#no auto-summary


Router 5

Router>enable
Router#conf term
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.168.1.5 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#int fa0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.5.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#router eigrp 10 
Router(config-router)#network 192.168.5.0
Router(config-router)#network 172.168.1.0
Router(config-router)#no auto-summary


Router 6

Router>enable
Router#conf term
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.168.1.6 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#int fa0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.6.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#router eigrp 10 
Router(config-router)#network 192.168.6.0 
Router(config-router)#network 172.168.1.0 
Router(config-router)#no auto-summary


Router 7

Router>enable
Router#conf term
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 172.168.1.7 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#int fa0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.7.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#router eigrp 10 
Router(config-router)#network 192.168.7.0 
Router(config-router)#network 172.168.1.0 
Router(config-router)#no auto-summary

Untuk konsep atau cara kerjanya cukup simpel dan mirip dengan RIP, yakni pertama-tama kita cukup mengatur IP pada Router yang nantinya akan dipakai untuk gateway. Lalu setelah itu kita masuk ke Pengaturan Routing (router) kemudian kita tinggal menambahkan jaringan-jaringan yang terkoneksi secara langsung dengan Router.

3.  Kemudian setelah itu kita langsung saja tes konfigurasi dengan menggunakan ping. Untuk milik saya ini cukup ping salah satu saja agar tidak terlalu banyak.

Untuk yang lainnya bisa dilihat melalui screenshoot hasil tes melalui simulasi pengiriman packet.


VI. Hasil dan Kesimpulan

Dengan ini sudah selesai konfigurasi pengaturan Routing Dinamik dengan tipe EIGRP. EIGRP ini memang sudah lebih maju dari RIPv2, namun masih memiliki kelemahan karena jumlah hop yang dapat dilewati ini masihlah terbatas, di sisi lain juga memerlukan pengaturan tambahan jika kita ingin memakai IP Classless.

VII. Referensi

  1. Buku Cisco Certified Network Associate Training by Ardes Setiawan (www.nixtrain.com)

Read More

Simulasi Konfigurasi Routing Dinamik Ripv2 melalui CLI pada Cisco Packet Tracer

Leave a Comment

Pengertian

Dynamic Routing Protocol adalah Routing protokol yang memungkinkan network admin untuk mensetup jaringan tanpa harus mengupdate konten dari routing table secara manual bila terjadi perubahan. Berbeda dengan static routing yang mengharuskan admin untuk merubah route atau memasukkan command secara manual di router tiap kali terjadi perubahan jalur. Dynamic routing protocol mengkalkulasi metric yang terdapat pada satu atau lebih jalur secara automatis dengan algoritma yang dimilikinya.
Pada routing dinamis, router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router. 
Begitu terjadi perubahan / topology changes, dynamic routing protocol akan segera meberikan informasi update kepada router-router lain yang menggunakan routing protocol yang sama. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan adalah best path yang dihasilkan  oleh dynamic routing protocol mungkin berbeda dengan kalkulasi atau kehendak admin. Maka, dynamic routing protocol dikombinasikan dengan static routing protocol untuk menjamin ketersediaan.
Kelebihan dari dynamic route adalah banyak cara dan protokol yang digunakan untuk merutekan paket data, coverage jaringan yang lebih luas, perubahan pada routing table secara otomatis dan tidak memerlukan admin untuk memanajemen routing table. Sedangkan kekurangannya adalah membutuhkan resource router yang tinggi dan menggunakan bandwidth pada jaringan untuk mengupdate routing table antar router.

Latar Belakang

Seiring dengan semakin berkembangnya jaringan komputer di dunia, maka semakin banyak juga jaringan komputer yang terbentuk di dunia. Maka akan semakin banyak pula jaringan yang terbuat, maka dari itu diperlukan suatu perangkat yang mana bisa membuat jalan antara masing-masing jaringan bisa saling terhubung. Lalu munculah Router yang mana mampu mengatasi permasalahan tersebut sehingga terjalin jaringan-jaringan yang terintegrasi dan saling terhubung antar satu sama lain. Dalam bekerja, router masih memerlukan sesuatu yang dinamakan routing protocol yang mana merupakan pengaturan dari router itu sendiri yang berisi tentang langkah-langkah bagaimana router dapat menghubungkan jaringan-jaringan yang tersedia (logaritma menghubungkan jaringan).

Maksud dan Tujuan

  1. Mampu mengonfigurasi router cisco agar dapat menghubungkan 2 jaringan atau lebih.
  2. Mampu menerapkan routing static perangkat cisco pada suatu jaringan.

Alat dan Bahan

  1. Dalam virtual:
    1. Router
    2. PC atau laptop
    3. Kabel UTP Cross-Over dan Straight

Jangka Waktu Pelaksanaan

Kurang dari 1 jam, namun jika ada penambahan jaringan akan memerlukan lebih banyak waktu. Karena pada Cisco Packet Tracer tidak mensupport network sembarang atau 0.0.0.0/0 maka harus memasukkan 1 per 1.

Tahap Pelaksanaan

Pengaturan Dasar 

  1. Topologi Jaringan
  2. Kemudian setelah itu atur semua konfigurasi IP sesuai dengan topologi di atas. Karena jika berbeda nanti akan berbeda dengan pengaturan routing milik saya di bawah. Karena ini untuk contoh maka saya sarankan sama terlebih dahulu. Namun jika ingin menggunakan IP yang berbeda tidak apa-apa, hanya saja pengaturan routing setelah ini harus menyesuaikan.

Konfigurasi

1. Karena tadi kita sudah mengatur IP address dari masing-masing perangkat dengan juga menyesuaikan topologinya, maka selanjutnya kita tinggal melakukan routing semua jaringan yang terkoneksi langsung pada masing-masing router. Kalau milik saya, berikut ini pengaturannya :
Ini untuk Router  1
enable                                              
conf term
                                              
router rip
                                      masuk pengaturan router (atau routing) RIP        
version 2
                                        mengubah versi routing RIP menjadi version 2       
network 192.168.1.0
                     mendaftarkan network 192.168.1.0 ke dalam routing   
network 192.168.2.0
                     mendaftarkan network 192.168.2.0 ke dalam routing   
192.168.100.0
                                mendaftarkan network 192.168.100.0 ke dalam routing
no auto-summary
                         memberi pengaturan no auto-summary agar subnet classless ip juga diikutkan ke dalam routing.
exit
                                                 
write
                                            
 

Lalu ini untuk Router 2

2. Sebenarnya jika kita ingin melakukan koneksi jaringan, maka pengaturan di atas sudah bisa difungsikan. Namun jika kita ingin menggunakan pengaturan tambahan, kita bisa mengatur exit interface pada Router. Kalau menurut saya, exit interface ini merupakan pengaturan yang mana menunjukkan kalau ip dari exit interface itulah yang akan langsung digunakan sebagai hop selanjutnya dari routing. Pengaturannya seperti ini (untuk contoh Router 1) cukup masuk ke dalam pengaturan routing rip lalu masukkan passive interface:
router rippassive-interface fa0/0
3. Tahap selanjutnya kita verifikasi pengaturan routing tadi dengan perintah show ip route. Seharusnya jika sudah terkoneksi maka akan ada pengaturan Routing dengan tipe R atau RIP.
4. Kita juga dapat melihat rincian dari routing protocol yang kita pakai dengan menggunakan perintah show ip protocol. Nanti pengaturan routing protocol juga akan ditampilkan secara rinci. Ini untuk milik saya pada Router 1.
5. Kita juga dapat memonitor proses yang terjadi selama routing protocol menyambungkan jaringan dengan perintah debug ip rip. Dapat terlihat proses-proses yang terjadi selama penyambungan tersebut.
6. Jangan lupa juga untuk menguji sambungan antar masing-masing client pada Router. Ini untuk Laptop 1 sudah saya ping menuju ip laptop 2 dan juga ip router 2.
Lalu laptop 2 juga saya ping menuju ip laptop 1 dan juga router 1.

Hasil yang didapatkan

Dengan ini selesai konfigurasi routing RIPv2 untuk menyambungkan jaringan.

Kesimpulan

Dalam penerapannya RIP ini terbatas hanya sampai 15 hop saja yang membuat RIP ini harus digantikan dengan Routing Protocol lainnya untuk konfigurasi Routing jarak jauh.

Referensi

Read More

Tuesday, 19 July 2016

Simulasi Routing Jaringan Default Statik melalui CLI pada Cisco Packet Tracer

Leave a Comment

Pengertian

Static routing adalah komunikasi data konsep yang menggambarkan salah satu cara untuk mengkonfigurasi jalur seleksi dari router di jaringan komputer.  Jenis routing ini adalah dengan tidak adanya komunikasi antara router mengenai arus topologi dari jaringan. Hal ini dicapai dengan secara manual menambahkan rute ke tabel routing. Kebalikan dari statis routing routing dinamis , kadang-kadang juga disebut sebagai adaptif routing.
Pada routing statis, router meneruskan paket dari sebuah network ke network yang lainnya berdasarkan rute(catatan: seperti rute pada bis kota) yang ditentukan oleh administrator. Rute pada static routing tidak berubah, kecuali jika diubah secara manual oleh administrator.
Kelebihan dari static route adalah efisiensi resource router karena tidak perlu update routing table, selain itu juga lebih aman karena pengiriman paket data langsung ke tujuannya. Sedangkan kekurangannya adalah tidak efektif. Artinya seorang network administrator harus memasukkan data ke dalam routing table sehingga jaringan terbatas dan sering pula terjadi kesalahan pada saat memasukkan data ke dalam table routing.
Untuk default routing static sendiri, tipe pengaturannya hampir sama dengan routing static yang biasanya. Namun untuk metodologi kerjanya memiliki sedikit  perbedaan. Yang mana default routing static ini mampu memasukkan pengaturan routing untuk ke beberapa jaringan hanya dengan satu pengaturan saja. Semisal ada dua jaringan yang ingin dituju, dan jalan masukknya sama. Dengan routing statik kita cukup memasukkan jalan masuk dengan network tujuan anonymous (memasukkan 0.0.0.0/0).

Latar Belakang

Seiring dengan semakin berkembangnya jaringan komputer di dunia, maka semakin banyak juga jaringan komputer yang terbentuk di dunia. Maka akan semakin banyak pula jaringan yang terbuat, maka dari itu diperlukan suatu perangkat yang mana bisa membuat jalan antara masing-masing jaringan bisa saling terhubung. Lalu munculah Router yang mana mampu mengatasi permasalahan tersebut sehingga terjalin jaringan-jaringan yang terintegrasi dan saling terhubung antar satu sama lain.

Tujuan dan Manfaat

  1. Mampu mengkonfigurasi router cisco agar dapat menghubungkan 2 jaringan atau lebih.
  2. Mampu menerapkan routing static perangkat cisco pada suatu jaringan.

Tahap Pelaksanaan

Topologi jaringan untuk pengujian

Untuk sistem topologinya seperti yang saya jelaskan pada pengertian tadi. Yakni cukup dengan satu pengaturan routing kita bisa memasukkan dua atau lebih network yang dituju. Untuk contoh di atas saya menggunakan tujuan dua network.

Tahap Pelaksanaan

1.   Pertama-tama kita masuk ke Router 1. Karena dalam hal ini yang memerlukan routing ke dua jaringan adalah Router 1, untuk Router 2 masih dengan tujuan satu jaringan saja. Masuk ke  mode configure terminal seperti biasa. Lalu masukkan pengaturan ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 [ipgateway]. Untuk contohnya saya menggunakan syntax ip router 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.100.2. Untuk pengaturan ip jaringan dan interface nya bisa menyesuaikan dengan topologi di atas.
2.  Lalu kita bisa melihat pengaturan routing yang sudah kita buat tadi dengan perintah show ip route. Maka outputnya akan seperti ini. Di situ terdapat satu routing protokol bertipe statik namun dengan imbuhan tanda bintang yang mana menandakan itu merupakan routing statik dengan tipe default dan menuju network asal yang memiliki gateway seperti yang dimasukkan.
3.   Setelah itu baru kita masuk ke tahap pengujian. Apakah antara client network pada router 1 dapat melakukan ping menuju client dari kedua network pada router 2. Untuk milik saya hasilnya seperti ini. Ping menuju network 192.168.2.0 dan network 192.168.3.0.

Hasil dan Kesimpulan

Setelah dapat saling sambung antara semua jaringan yang ada, maka Routing dapat dikatakan berhasil dan dapat diterapkan untuk seterusnya. Namun masih tetap saja jika ada penambahan jaringan yang memiliki gateway berbeda, maka harus memasukkan pengaturan Routing lagi.
Read More

Simulasi Routing Jaringan Statik melalui CLI pada Cisco Packet Tracer

Leave a Comment

Pengertian

Static routing adalah komunikasi data konsep yang menggambarkan salah satu cara untuk mengkonfigurasi jalur seleksi dari router di jaringan komputer.  Jenis routing ini adalah dengan tidak adanya komunikasi antara router mengenai arus topologi dari jaringan. Hal ini dicapai dengan secara manual menambahkan rute ke tabel routing. Kebalikan dari statis routing routing dinamis , kadang-kadang juga disebut sebagai adaptif routing.
Pada routing statis, router meneruskan paket dari sebuah network ke network yang lainnya berdasarkan rute(catatan: seperti rute pada bis kota) yang ditentukan oleh administrator. Rute pada static routing tidak berubah, kecuali jika diubah secara manual oleh administrator.
Kelebihan dari static route adalah efisiensi resource router karena tidak perlu update routing table, selain itu juga lebih aman karena pengiriman paket data langsung ke tujuannya. Sedangkan kekurangannya adalah tidak efektif. Artinya seorang network administrator harus memasukkan data ke dalam routing table sehingga jaringan terbatas dan sering pula etrjadi human error pada saat memasukkan data ke dalam table routing. 

Latar Belakang

Seiring dengan semakin berkembangnya jaringan komputer di dunia, maka semakin banyak juga jaringan komputer yang terbentuk di dunia. Maka akan semakin banyak pula jaringan yang terbuat, maka dari itu diperlukan suatu perangkat yang mana bisa membuat jalan antara masing-masing jaringan bisa saling terhubung. Lalu munculah Router yang mana mampu mengatasi permasalahan tersebut sehingga terjalin jaringan-jaringan yang terintegrasi dan saling terhubung antar satu sama lain. Dalam bekerja, router masih memerlukan sesuatu yang dinamakan routing protocol yang mana merupakan pengaturan dari router itu sendiri yang berisi tentang langkah-langkah bagaimana router dapat menghubungkan jaringan-jaringan yang tersedia (logaritma menghubungkan jaringan).

Tujuan dan Manfaat

  1. Mampu mengkonfigurasi router cisco agar dapat menghubungkan 2 jaringan atau lebih.
  2. Mampu menerapkan routing static perangkat cisco pada suatu jaringan.

Tahap Pelaksanaan

Topologi jaringan untuk pengujian


Langkah-langkah konfigurasi

1. Pertama-tama kita konfigurasi pada Router 2 dengan menggunakan SSH dari laptop seperti gambar di bawah ini. Sebenarnya konfigurasi ini dapat dilakukan langsung di dalam router nya melalui mode CLI nya. Namun untuk yang ini saya melakukan konfigurasi melalui laptop, untuk konfigurasi tidak ada yang berbeda antara melalui router ataupun laptop.
Berikut ini merupakan syntax yang perlu diperhatikan:  
ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.100.1    digunakan untuk konfigurasi routing menuju jaringan 192.168.1.0 dengan netmask 255.255.255.0 dengan gateway atau jalan masuk melalui ip 192.168.100.1. Karena network tersebutlah yang berada pada jaringan diluar jangkauan router dari jaringan awal.
2. Lalu selanjutnya kita bisa mengecek konfigurasi dengan perintah show ip route. Tampilannya akan seperti ini. Pada list routing table paling bawah akan ada salah satu yang diawali abjad S yang mana berarti Static. Jadi protocol routing yang dibelakangnya menggunakan tipe routing static.
3. Kemudian kita konfigurasi juga pada router selanjutnya (router 1) dengan menyesuaikan ip dan juga jaringan yang akan dirouting.
4. Setelah itu kita bisa langsung menguji apakah konfigurasi routing kita tadi berhasil atau tidak. Untuk awalnya saya coba ping menuju router 2 (interface fa0/0) dulu dari laptop 1 (saat namanya tracer masih laptop 0). Yang berikut ini saya ping ip 192.168.2.1 lalu bawah nya merupakan ping dari laptop 1 menuju laptop 2. Jika sudah sukses tersambung dan mendapatkan reply, maka berarti sudah berhasil konfigurasinya.

Hasil dan Kesimpulan

Dengan ini router sudah berhasil dikonfigurasi dengan metode routing statik untuk menyambungkan dua jaringan dengan perantara satu jaringan di tengah yang disambungkan dengan dua router sebagai gateway masuk jaringan. Untuk kualitas kesesuaian jaringan masiih belum bisa dikatakan sempurna, karena dalam konfigurasi routing statik ini kita harus memasukkan gateway dan juga network dari routing baru jika diadakan penambahan jaringan.

Referensi

  • https://deenugraha.wordpress.com/about/routing-dan-protokol-routing/
Read More

Simulasi Konfigurasi SSH Router Cisco melalui CLI pada Cisco Packet Tracer

1 comment

Pengertian

Remote Access merupakan suatu kegiatan pengoperasian atau pengendalian suatu perangkat yang dilakukan dengan menggunakan perangkat lain yang tersambung dengan perangkat yang akan diremote.
Secure Shell (SSH) adalah sebuah protokol jaringan kriptografi untuk komunikasi data yang aman, login antarmuka baris perintah, perintah eksekusi jarak jauh, dan layanan jaringan lainnya antara dua jaringan komputer. Ini terkoneksi, melalui saluran aman atau melalui jaringan tidak aman, server dan klien menjalankan server SSH dan SSH program klien secara masing-masing. Protokol spesifikasi membedakan antara dua versi utama yang disebut sebagai SSH-1 dan SSH-2. Aplikasi yang paling terkenal dari protokol ini adalah untuk akses ke akun shell pada sistem operasi mirip Unix, tetapi juga dapat digunakan dengan cara yang sama untuk akun padaWindows. Ia dirancang sebagai pengganti Telnet dan protokol remote shell lainnya yang tidak aman seperti rsh Berkeley dan protokol rexec, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks, membuat mereka rentan terhadap intersepsi dan penyingkapan menggunakan penganalisa paket. Enkripsi yang digunakan oleh SSH dimaksudkan untuk memberikan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman, seperti Internet.

Latar Belakang

Kondisi Router yang kadang terletak pada tempat yang cukup sulit dijangkau membuat kita perlu menyediakan suatu fitur yang mana membuat Router tersebut dapat dijangkau dengan mudah tanpa harus menata ulang rancangan jaringan yang sudah kita buat.

Tujuan dan Manfaat

  1. Konfigurasi Router agar dapat diremote SSH dengan mudah.
  2. Dapat melakukan remote SSH pada laptop atau PC yang sudah tersambung dengan Router.

Tahap Pelaksanaan

1. Pertama-tama kita konfigurasi pada Router yang akan diremote dengan menggunakan SSH seperti gambar di bawah ini.

Syntac yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut (keterangan untuk syntax dasar bisa lihat di postingan saya sebelumnya):
Router1>enable
Router1#conf terminal
Router1(config)#ip domain-name luckhyreza14.com      mengatur domain name dari Router menjadi luckhyreza14.com
Router1(config)#username lucky secret luckhy007         mengatur user untuk login (lucky) dan password login (luckhy007)
Router1(config)#line vty 0 4                                             masuk ke pengaturan virtual tty 0 sampai 4.
Router1(config-line)#transport input ssh                         memberikan pengaturan input ssh.
Router1(config-line)#login local                                      mengatur agar peganturan yang sudah dibuat tadi diterapkan pada saat ada user yang login pada local.
Router1(config-line)#exit                                                  
Router1(config)#crypto key generate rsa                          men-generate key dengan tipe enkripsi rsa
Router1(config)#exit
Router1#
2. Selanjutnya kita tinggal melakukan pengujian pada laptop Client melalui fitur Command Prompt seperti gambar di bawah ini.
Untuk syntax formatnya sebagai berikut:
ssh -l username targetip
contohnya ssh -l lucky 192.168.1.1
Setelah itu masukkan password yang sudah disetting tadi. Jika sudah berhasil maka akan masuk remote Router seperti gambar di bawah ini.
Kita juga bisa melihat list user yang sudah terkoneksi dengan Router dengan perintah show users, maka akan ditampilkan seperti ini.
Kita juga dapat menampilkan informasi hardware dan software dari Router dengan perintah show version. Lalu outputnya seperti ini.
Dari output diatas kita bisa mengetahui versi Cisco IOS, jumlah RAM, FastEthernet cable, Serial
cable, NVRAM, Flash, confreg, dsb.

Hasil dan Kesimpulan

Dengan ini remote akses Router melalui Client sudah bisa akses dengan metode lain, yakni ssh yang mana memiliki keamanan yang lebih tinggi dari remote akses dibawahnya seperti telnet yang mana tak terenkripsi. 
Read More

Monday, 18 July 2016

Teman Baru dan Sharing Tentang Manajemen Proyek di BLC Telkom KPLI Klaten

Leave a Comment
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Kembali dengan saya Lucky Reza Alfikar, untuk hari ini kami di BLC Telkom Klaten memiliki agenda tambahan yakni kami kedatangan beberapa teman baru dari Jepara, dan Mojokerto. Yang dari Jepara ada 6 orang kelas 12 dengan 3 orang berada pada jurusan TKJ dan 3 orang lagi berada di jurusan RPL. Sedang yang dari Mojokerto terdiri dari 4 siswa kelas 11 jurusan TKJ. Mereka memperkenalkan diri ke depan bersamaan. Berikut ini dokumentasinya.
Lalu untuk yang di bawah ini merupakan siswa dari Jepara.
 Setelah itu agak sore kami melakukan Sharing mengenai Manajemen Proyek.

Pengertian

Sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek.
Latar Belakang

Karena banyaknya siswa lain yang istilahnya masih baru dan belum mengetahui dasar dari pelaporan kegiatan. Sehingga diadakan presentasi yang dilaksanaan oleh siswa-siswa lama yang sudah cukup berpengalaman.

Tujuan

Agar dapat berbagi ilmu pengetahuan dengan orang lain sehingga kita dapat saling bertukar pikiran dan bertukar informasi.

Alat dan Bahan

1. LCD Proyektor beserta screen untuk penayangan.
2. komputer atau laptop.
3. Mikrofon atau pengeras suara lainnya.

Pelaksanaan

Terdapat 4 Prinsip dalam Manajemen Proyek :
  • Planning (perencanaan)
    Perencanaan meliputi semua hal yang akan dilaksanakan dan semua hal yang mungkin akan terjadi ketika melakukan kegiatan.
  • Organizing (pengorganisasian)
    Yakni hubungan struktural antar bagian dalam pekerjaan. Seperti hubungan antara atasan dan bawahan.
  • Actuating (penggerakan)
    Penggerakan yang dimaksudkan di sini adalah untuk membuat proyek tetap berjalan dan tidak tersendat pada pertengahan pekerjaan.
  • Controlling (pengendalian)
    Untuk pengendaliannya adalah dengan mencegah terjadinya salah arah atau penyelewengan dalam pengerjaan proyek dan membuat proyek tetap pada tujuan.
Berikut ini adalah saat salah satu siswa ikut mengungkapkan pendapatnya ke depan.
Dan masih banyak lagi berikut ini beberapa foto-fotonya : 
 Ini saat salah satu teman saya juga menyatakan pendapatnya.
Lalu ini juga saat ada siswa yang menyatakan pendapat.
 Dan ini untuk presentatornya.
Ini juga.
Untuk materi lengkapnya bisa didownload di sini.

Hasil dan Kesimpulan
Kita dapat saling berbagi informasi antar satu sama lain karena antar satu orang dengan orang yang lain informasi dapat bisa saling bertukar. 

Read More

Simulasi Setting Remote Acces Router melalui CLI pada Cisco Packet Tracer

Leave a Comment

Pengertian

Remote Access merupakan suatu kegiatan pengoperasian atau pengendalian suatu perangkat yang dilakukan dengan menggunakan perangkat lain yang tersambung dengan perangkat yang akan diremote.

Latar Belakang

Kondisi Router yang kadang terletak pada tempat yang cukup sulit dijangkau membuat kita perlu menyediakan suatu fitur yang mana membuat Router tersebut dapat dijangkau dengan mudah tanpa harus menata ulang rancangan jaringan yang sudah kita buat.

Tujuan dan Manfaat

  1. Konfigurasi Router agar dapat diremote dengan mudah.
  2. Dapat melakukan remote pada laptop atau PC yang sudah tersambung dengan Router.

Tahap Pelaksanaan

1. Untuk pertama saya mengatur topologi seperti ini. Karena hanya untuk setting remote dan testing, mungkin hanya memerlukan Router dan PC atau laptop untuk meremote. 
2. Untuk pengaturannya, sebenarnya cukup simpel. Karena pada kondisi default, Router cisco sudah memiliki Service yang memungkinkan kita untuk meremote menggunakan telnet yang mana telnet itu menggunakan security dari vty router. Yang kita perlukan hanyalah mengatur security vty tersebut untuk pengaksesannya. Yang mana hal tersebut sudah saya praktekkan pada postingan sebelumnya yakni pada Konfigurasi dasar Router Cisco pada bagian screenshot seperti di bawah ini.
Pada mode privillege kita harus mengaktifkan password dengan syntax:
Router1(config)#enable secret luckhy007
Dan pengaturan pada vty, yakni :
Router1(config)#line vty 0 4
Router1(config-line)#password luckhy
Router1(config-line)#exec-timeout 5 0
Router1(config-line)#login
3. Sebelum  meremote pastikan dulu pengaturan ip sudah sesuai dan perangkat untuk meremote (laptop atau PC) sudah tersambung dengan Router yang ingin diremote dengan perintah ping.
Selanjutnya kita dapat meremote dengan menggunakan fitur telnet dari CMD. Langsung saja gunakan syntax telnet diikuti dengan ip address Router yang ingin diremote.
Jika kita sudah benar dalam pengaturan dan memasukkan passwordnya, maka akan masuk ke mode remote Router seperti saat kita masuk melalui terminal tadi. seperti ini.

Hasil dan Kesimpulan

Dengan ini Router dapat diremote dengan melalui telnet meskipun koneksinya belum terenkripsi, namun masih ada sedikit pengamanan melalui secret dan password dari Router.

Referensi

Read More

Simulasi Konfigurasi Dasar Router Cisco melalui CLI pada Cisco Packet Tracer

Leave a Comment

Pengertian

Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai Routing. Proses routing terjadi pada layer 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari tumpukan protokol (stack protocol) tujuh-lapis OSI.

Latar Belakang

Dalam belakangan ini, semakin dunia maju dengan pembangunan jaringannya. Maka akan semakin banyak pula jaringan yang terbuat, maka dari itu diperlukan suatu perangkat yang mana bisa membuat jalan antara masing-masing jaringan bisa saling terhubung. Lalu munculah Router yang mana mampu mengatasi permasalahan tersebut sehingga terjalin jaringan-jaringan yang terintegrasi dan saling terhubung antar satu sama lain.

Tujuan dan Manfaat

  1. Mampu mengkonfigurasi pengaturan dasar pada Router dan penerapannya.
  2. Mengenal seluk-beluk Router Cisco.

Tahap Pelaksanaan

1. Pertama-tama untuk contoh saya akan menggunakan topologi seperti ini. Yang mana nanti kita akan mengkonfigurasi Router dari laptop yang sudah saya sambungkan melalui kabel Console (pada Port Serial2).
2. Tampilan konfigurasinya akan seperti ini. Untuk yang ini pengaturan properti dari router dan security.
list dari syntax yang penting di atas adalah sebagai berikut:    
Router>enable                                          untuk masuk mode privillege.
Router#config terminal                            untuk masuk ke global configuration mode.
Router(config)#hostname Router1          untuk mengubah hostname router.
Router1(config)#security password min-length 6            untuk mengatur agar minimum semua password yang dipakai untuk router menjadi 6 karakter.
Router1(config)#enable secret luckhy007                        mengaktifkan password untuk masuk privillege mode dan mengatur passwordnya (luckhy007).
Router1(config)#line console 0                      masuk ke pengaturan console (hak akses saat konfigurasi lewat console).
Router1(config-line)#password luckhy          mengatur password akses console.
Router1(config-line)#exec-timeout 5 0          mengatur agar keluar sendiri jika tidak ada aktifitas di console selama 5 menit 0 detik.
Router1(config-line)#login                             mengatur pengaturan tadi agar berefek pada saat seseoramg login.
Router1(config-line)#exit                               kembali ke mode global configuration.
Router1(config)#line vty 0 4                          masuk ke pengaturan vty (hak akses saat konfigurasi lewat vty atau virtual teletype seperti ssh dan telnet).
Router1(config-line)#password luckhy          mengatur password vty
Router1(config-line)#exec-timeout 5 0          mengatur timeout tanpa aktifitas menjadi 5 menit 0 detik.
Router1(config-line)#login                             mengatur agar pengaturan tadi diaplikasikan saat user lain login.
Router1(config-line)#exit                               kembali ke mode global configuration
Router1(config)#service password-encryption                untuk menyalakan enkripsi dari password.
Router1(config)#banner motd #Ini merupakan Router 1 pada jaringan Lucky. Dilarang untuk mengubah konfigurasi tanpa izin#                  membuat pesan yang akan ditampilkan saat ada orang lain yang login pada router
Router1(config)#
             
3. Selanjutnya pengaturan perangkat jaringan dari Router. Untuk yang saya contohkan dibawah ini saya mengatur ip address dan netmask dari interface fast ethernet 0/0 dari router. Lalu menyalakannya.
Berikut syntax yang perlu diperhatikan. Dari mode global configuration, kita masuk ke mode interface.
Router1(config)#int fa0/0                        masuk ke mode interface fast ethernet0/0 (syntax dapat ditulis lengkap seperti interface fastEthernet 0/0)
Router1(config-if)#description Connection to Router2            mensetting agar pengaturan pada interface fa0/0 Router1 saat koneksi dapat dideskripsikan ke Router2
Router1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0             mengatur ip address dari interface menjadi 192.168.1.1 dan subnet masknya menjadi 255.255.255.0
Router1(config-if)#no shutdown            mengubah state dari interface router menjadi up (menyalakan)
Router1(config-if)#exit            kembali ke mode privillege
4. Untuk terakhir adalah pengaturan jam dari Router dan menyimpan pengaturan dari Router yang sudah kita setting tadi. Karena dalam Router Cisco, apabila kita tidak menyimpan pengaturan yang sudah kita buat tadi, maka pengaturan tersebut akan dikembalikan seperti semula ketika daya Router dimatikan (shutdown ataupun restart).
Syntax yang perlu diperhatikan adalah:
Router1#clock set 11:26:50 19 July 2016            mengubah pengaturan waktu menjadi 11:26:50 dengan format JJ:MM:DD dan tanggal menjadi 19 Juli 2016 (masukkan dengan bahasa inggris).
Router1#copy running-configuration startup-configuration             mengkopi pengaturan yang sedang berjalan menjadi pengaturan yang akan dijalankan ketika startup. Opsi ini dapat ditulis seperti secreenshot juga. Lalu untuk perintah ini juga dapat digantikan dengan perintah write.          
Lalu setelah disimpan akan seperti ini.
5. Apabila kita keluar akan terlihat banner seperti ini saat kita masuk lagi dan juga akan diminta memasukkan password. Lalu untuk mengecek pengaturan yang sudah kita buat kita dapat menggunakan syntax
show-running configuration
Pada mode privillege.

Gunakan spasi untuk melihat perhalaman, gunakan enter untuk lihat perbaris gunakan q, arah bawah atau escape untuk keluar dari view.
6. Yang tadi untuk melihat pengaturan secara keseluruhan. Jika hanya untuk melihat perngaturan ip pada interface kita bisa menggunakan syntax
show ip interface brief
Untuk yang disini ketika pengaturan dari interface yang satunya belum saya setting.
Lalu yang ini ketika sudah saya setting interface lainnya.
Kita cukup melakukan pengaturan ip yang sama satu subnet pada interface Router2 yang terkoneksi dengan interface Router1. Untuk pengujian kita bisa langsung ping ketika masih meremote Router1 (pingnya dari Router1) ke Router2. Berikut ini ketika perangkat jaringa pada Router2 masih belum saya beri ip dan interfaces Router1 yang menyambung Router2 masih state down.
Kemudian ketika semuanya sudah benar maka ketika tersambung hasilnya akan seperti ini.

Hasil dan Kesimpulan

Router dapat dikonfigurasi dan pengaturannya dapat diterapkan dalam setting jaringan. Baik ketika meremote, mengoneksikan dan lain sebagainya. Untuk pengaturan dasar, router hanya bisa terkoneksi dengan perangkat atau jaringan yang langsung terhubung dengannya saja. Jadi jika ingin Routing masih perlu tambahan pengaturan.

Referensi

Apabila ada pertanyaan silakan komen dibawah.
Read More