Wednesday, 3 August 2016

Simulasi Konfigurasi Hot Standby Routing Protocol pada Cisco Packet Tracer

Leave a Comment

I. Pengertian

HSRP (Hot Standby Routing Protocol) merupakan redudansi yang dikembangkan oleh perangkat cisco yang berfungsi dalam membuat toleransi default gateway. Protokol ini kemudian digunakan dalam membuat cadangan Rute dalam suatu jaringan, sehingga apabila terjadi kerusakan dalam salah satu hop, maka masih ada Rute lain yang dapat digunakan.

II. Tujuan dan Manfaat

1. Mampu konfigurasi HSRP (Hot Standby Routing Protocol) hingga dapat dites pada jaringan
2. Mampu membuat rute cadangan dengan dasar praktik HSRP pada suatu jaringan dan mengerti algoritmanya.

III. Latar Belakang

Dalam membangun suatu jaringan, terkadang kita memiliki suatu resiko yang sulit untuk dihindari. Ketika sudah membangun suatu jaringan yang sudah beroperasi secara penuh dan harus selalu tersambung, kadang faktor yang paling sulit dihindari adalah faktor alam. Faktor alam kadang membuat topologi yang sudah kita buat dengan waktu yang cukup lama dan dengan resource yang cukup banyak rusak dan menimbulkan kerugian saat terjadi down time. Untuk mengatasi itu maka dibuatlah protocol yang berfungsi untuk membuat  jaringan ketika terjadi kerusakan pada bagian-bagian tertentu. Untuk HSRP sendiri lebih berfokus pada route cadangan pada jaringan agar ketika salah satu rute rusak, bisa melewati rute lainnya.

IV. Alat dan Bahan

1. Dalam Virtual, 
  • Switch
  • 3 set PC Client dan 1 PC Server 
  • 3 Router
2. Fisik
  • PC atau laptop yang sudah terinstall Cisco Packet Tracer

V. Standar Operasional Prosedur

1. Berdo’a sebelum melakukan pekerjaan.
2. Memakai pakaian kerja.
3. Melakukan pekerjaan sesuai rencana.
4. Tidak mengubah fokus ketika sedang bekerja.
5. Melakukan pekerjaan hingga selesai.
6. Berdo’a selesai melakukan pekerjaan.

VI. Tahap Pelaksanaan

1. Topologi Jaringan


2. Langkah Kerja

1. Pertama-tama kita  langsung masuk ke pengaturan pada Primary Router, masukkan pengaturan seperti gambar di bawah ini. Router ini akan dibuat sebagai Router utama dengan prioritas tertinggi di antara Router-Router lainnya.        
      

Keterangan :                   
ena
conf term
interface FastEthernet0/0
standby 1 ip 192.168.1.254      mengatur standby dengan grup 1 dengan menggunakan ip router virtual 192.168.1.254
duplex auto                                    mengatur pengaturan mode duplex
speed auto                                     mengatur pengaturan kecepatan interface 
standby version 2                         mengatur pengaturan versi standby
standby 1 priority 100                  mengatur pengaturan prioritas standby
standby 1 preempt                      mengaktifkan fungsi agar Router active dengan prioritas yang lebih rendah menjadi tidak active.
standby 1 track se3/0                    mengatur prioritas track dari standby menjadi se3/0

2. Setelah itu masuk ke pengaturan pada Secondary Router. Pengaturannya hampir sama dengan pengaturan pada Primary Router. 

3. Untuk pengaturan Routing-nya sesuaikan dengan kebutuhan jaringannya. Berikut ini kalau milik saya. Karena saya ingin bisa melewati dua jaringan, maka Router yang digunakan untuk perantara jaringan keduannya saya beri pengaturan Routing OSPF. Untuk pengaturannya bisa dilihat pada gambar di bawah ini. 



4. Karena tadi kita sudah konfigurasi HSRP pada kedua Router, kemudian saya tinggal mencoba koneksi dengan melakukan tracert menuju server pada jaringan 202.202.202.0 dengan ip 202.202.202.2. Pada saat Primary Router interface fa0/0 nya masih aktif, maka seharusnya Hop yang akan terdeteksi pada Tracert ini seharusnya ip dari Primary Router tersebut.

5. Lalu untuk status Standby bisa dilihat dengan perintah show standby pada mode privilege. Saat Primary Router interface-nya masih dalam kondisi up, maka output akan seperti ini. Pada bagian Active Router dan Standby Router. Pasti Active Router merupakan ip interface dari Primary Router dan Standby Router-nya ip dari interface Secondari Router.

3. Pengujian

1. Untuk pengujiannya kita bisa mencoba dengan mematikan interface pada Primary Router, sehingga topologinya menjadi seperti ini. Hop merah berarti down. 

2. Kita cek lagi Status Standby dengan perintah show standby pada masing-masing router. Maka pada bagian Active Router dan Standby Router tadi akan berubah menjadi seperti ini. Ip Secondary Router akan berubah menjadi active router dan standby router akan berubah menjadi unknow (jika tidak ada router standby dengan prioritas lebih rendah) atau ip router standby yang prioritasnya lebih rendah.

3. Kita bisa mengecek juga hopnya menggunakan fitur tracert pada PC Client untuk tracert menuju Server seperti yang tadi. Maka hopnya akan berubah menjadi ip dari interface secondary router.


VII. Hasil dan Kesimpulan

Dengan ini berhasil konfigurasi HSRP guna membuat rute cadangan ketika terjadi down di hop-hop tertentu. Namun untuk pengaturan ini, hanya untuk pengaturan rute cadangan satu arah, karena tadi Cuma menseting untuk satu interface dari arah client. Jika ingin menambah tinggal membuat pengaturan lagi dengan ip menyesuaikan lalu grup standby yang berbeda lalu dengan interface menyesuaikan daerah asal yang ingin diberi HSRP. Untuk rute yang digunakan Client pada saat pengaturan HSRP tadi dapat melihat gambar di bawah ini.

Namun jika memang ingin menambahkan pengaturan untuk arah yang berbeda (dari server) kita tidak bisa menggunakan Router saat menggabungkan dua hop router karena nanti tidak bisa satu jaringan. Topologinya harus berbeda dari yang diatas, Central Router harus diganti Switch agar bisa satu jaringan.

VIII. Referensi

  1. CCNA Routing and Switching Practice and Study Guide: Exercises, Activities, and Scenarios to Preparefor the ICND2 (200-101) Certification Exam by Allan Johnson
  2. http://www.packettracernetwork.com/tutorials/hsrp-configuration-new.html
  3. http://www.enterprisenetworkingplanet.com/netsysm/article.php/1438251/StepbyStep-With-Ciscos-Hot-Standby-Router-Protocol.htm

Read More

Tuesday, 2 August 2016

Simulasi Konfigurasi Port Security Violation pada Cisco Packet Tracer

Leave a Comment

I.    Pengertian

Port security adalah sebuah trafik kontrol yang bekerja di layer 2 data link. berfungsi untuk mendaftarkan dan membatasi perangkat end devices mana saja yang dapat terkoneksi pada suatu port di switch tersebut. Kalau Violation itu sendiri artinya merupakan pelanggaran, namun pada pengaturan ini lebih ke tindakan apa yang akan dilakukan oleh Switch jika terjadi pelanggaran ini.

II.    Tujuan dan Manfaat

1.    Konfigurasi Port Security dengan action lanjutan agar bisa lebih memudahkan administrator.
2.    Menerapkan semua tipe action pada Port Security ketika perangkatnya diubah.

III.    Latar Belakang

Keamanan jaringan memang perlu, namun dengan pengaturan basic action yang dilakukan oleh keamanan Port Security Switch itu masihlah shutdown interface. Hal ini terkadang menyebabkan kinerja dari suatu jaringan menjadi terganggu, maka dari itu seorang administrator memerlukan beberapa opsi action yang akan dilakukan kepada interface dengan keamanan MAC yang tidak sesuai, sehingga tidak mengganggu kinerja jaringan.

IV.    Alat dan Bahan

1.    Dalam Virtual, 
    a.    Switch
    b.    2 set PC Client 
2.    Fisik
    a.    PC atau laptop yang sudah terinstall Cisco Packet Tracer

V.    Standar Operasional Prosedur

1.    Berdo’a sebelum melakukan pekerjaan.
2.    Memakai pakaian kerja.
3.    Melakukan pekerjaan sesuai rencana.
4.    Tidak mengubah fokus ketika sedang bekerja.
5.    Melakukan pekerjaan hingga selesai.
6.    Berdo’a selesai melakukan pekerjaan.

VI.    Tahap Pelaksanaan

1.    Topologi Jaringan

 

2.    Langkah Kerja

1.    Pertama-tama kita masuk ke Switch dan mengecek MAC address yang terkoneksi dengan Switch. Sebenarnya hal ini opsional saja jika kita mengkonfigurasi violation dari Port Security dengan digabungkan dengan Port Security Static.   

2.    Kalau menggunakan Port Security Sticky, langsung saja masuk pengaturan seperti ini.          

  
Keterangan :
int range fa0/1                                                         masuk ke pengaturan int fa0/1 (opsi range hanya opsional jika banyak ip, namun jika satu ip tetap bisa)
switchport mode access                                          mengubah mode port Switch menjadi Access.
switchport port-security                                        mengaktifkan keamanan dari port switch
switchport port-security mac-address sticky       menseting keamanan menjadi berdasarkan mac adress dengan tipe sticky
switchport port-security violation restrict           mengatur aksi yang akan diberikan kepada interface yang sudah diberi security jika diakses secara tidak sah (untuk yang bawah hampir sama dengan yang atas ini, dan untuk tipe-tipe aksi saat terjadi pelanggaran dapat dilihat di bawah.)
int range fa0/2
switchport mode access
switchport port-security
switchport port-security mac-address sticky
switchport port-security violation protect
int range fa0/3
switchport mode access
switchport port-security
switchport port-security mac-address sticky
switchport port-security violation shutdown

Keterangan jenis Aksi jika terjadi Violation (pelanggaran) :
  • Shutdown : mematikan port interface yang sudah diberi pengaturan (tipe ini digunakan untuk pengaturan default jika tidak ada konfigurasi violation).
  • Protect : Memblokir data yang akan dikirimkan, tanpa memberikan notifikasi.
  • Restrict : Hampir sama dengan Protect hanya saja untuk yang ini akan mengirimlan notifikasi SNMP.
3.   Setelah kita konfigurasi, kita dapat melihat konfigurasi tersebut dengan syntax  show port-security. Outputnya seperti di bawah ini. Dapat terlihat juga Jenis aksi yang dipakai jika terjadi pelanggaran.

4.   Untuk sementara hasil  topologinya seperti ini.

5.   Kita dapat melakukan ping antar Client pada PC1, PC2, dan PC3.



3.    Pengujian


1.   Untuk pengujiannya kita  langsung coba dengan mengubah Port interface dari masing-masing client seperti gambar di bawah ini. Maka akan terlihat salah satu pengaturan dengan violation shutdown tadi maka akan mati. Lalu sisanya masih hidup namun tidak bisa melakukan ping.  

2.   Berikut ini screenshot dari Client yang tidak bisa melakukan ping.




VII.    Hasil dan Kesimpulan


Dengan ini simulasi konfigurasi Port Security Violation sudah berhasil, tinggal penerapan dalam jaringan asli dan konfigurasi tingkat lanjutnya. Untuk pengaturannya sendiri bisa dikombinasikan dengan pengaturan Port Security Static maupun Sticky.

 VIII.   Referensi


  1. http://www.zufar.id/2016/02/port-security-cisco.html 
  1. Buku Modul Cisco IDN (Best Networking Cisco by Untung Wahyudi)
Read More

Simulasi Konfigurasi Port Security Sticky pada Cisco Packet Tracer

Leave a Comment

I.    Pengertian

Port security adalah sebuah trafik kontrol yang bekerja di layer 2 data link. berfungsi untuk mendaftarkan dan membatasi perangkat end devices mana saja yang dapat terkoneksi pada suatu port di switch tersebut. Maksud dari Sticky itu maksudnya pengaturan Security MAC address menyesuaikan dengan MAC yang terakhir kali tersambung tanpa harus Administrator mengetahui dan memasukkannya secara manual. 

II.    Tujuan dan Manfaat

1.    Konfigurasi Port Security Static mode untuk mengamankan konektifitas pada Port Switch agar hanya bisa digunakan oleh Perangkat tertentu.
2.    Pengaplikasian Port Security Static dalam sebuah jaringan dan penggunaannya.

III.    Latar Belakang

Dengan banyaknya jaringan, maka semakin banyak juga kebutuhan akan keamanan jaringan yang disuplay oleh sebuah Switch. Dalam penerapannya seorang administrator kadang kesulitan dalam membuat konfigurasi keamanan dengan menginputkan MAC address satu persatu. Maka dari itulah ada fitur baru yang memungkinkan sebuah Port Security untuk menyimpan MAC terakhir dari suatu perangkat dan memasukkannya dalam list keamanan.

IV. Alat dan Bahan

1. Dalam Virtual,
    a. Switch
    b. 2 set PC Client
2. Fisik
    a. PC atau laptop yang sudah terinstall Cisco Packet Tracer

V.    Standar Operasional Prosedur

1.    Berdo’a sebelum melakukan pekerjaan.
2.    Memakai pakaian kerja.
3.    Melakukan pekerjaan sesuai rencana.
4.    Tidak mengubah fokus ketika sedang bekerja.
5.    Melakukan pekerjaan hingga selesai.
6.    Berdo’a selesai melakukan pekerjaan.

VI.    Tahap Pelaksanaan

1.    Topologi Jaringan

 

2.    Langkah Kerja

a.    Untuk konfigurasinya langsung saja masuk ke pengaturan pada Switch. Untuk MAC address dari Client kita tidak perlu mengetahuinya. Karena prinsip dari Port Security Sticky ini MAC address dari perangkat terakhir yang tertancap akan terekam dan tidak perlu memasukkannya secara manual. Langsung saja pengaturannya seperti gambar di bawah ini.  
 

Keterangan :        
int range fa0/1-2                                        masuk ke pengaturan interface range 1 sampai 2
switchport mode access                            mengubah mode pengaturan port menjadi access
switchport port-security                           mengaktifkan pengaturan port-security
switchport port-security mac-address sticky                mengubah pengaturan dari port-security menjadi mac address tipe sticky.
b.    Kita bisa melihat tipenya keamanannya dengan perintah show port-security address

3.    Pengujian

a.    Sebelumnya kita coba ping dari Client PC1 ke PC2 dan sebaliknya untuk melihat apakah masih tersambung atau tidak.    

Seharusnya masih tersambung jika port belum diubah.
b.    Setelah itu kita coba tukar Port interface yang digunakan untuk menancapkan PC Client. Jika diping akan gagal dan topologinya akan berubah menjadi seperti ini. Interface akan otomatis mati.    

c.    Berikut ini ketika port interface sudah diubah. Antara PC1 dan juga PC2 tidak bisa saling ping.     

VII.    Hasil dan Kesimpulan

Dengan ini konfigurasi Port Security dengan tipe Sticky sudah berhasil dikonfigurasi dan dapat diterapkan dalam jaringan. Untuk menyalakan kembali dapat dilakukan seperti pada postingan saya tentang pengaturan konfigurasi  Port Security Static.

 VIII.   Referensi

  1. http://www.zufar.id/2016/02/port-security-cisco.html 
  2. Buku Modul Cisco IDN (Best Networking Cisco by Untung Wahyudi)
Read More

Simulasi Konfigurasi Port Security Static pada Cisco Packet Tracer

Leave a Comment

I.    Pengertian

Port security adalah sebuah trafik kontrol yang bekerja di layer 2 data link. berfungsi untuk mendaftarkan dan membatasi perangkat end devices mana saja yang dapat terkoneksi pada suatu port di switch tersebut. Kalau tipenya static itu maksudnya pengaturannya dikonfigurasi secara manual dan tidak akan berubah selama belum dikonfigurasi lagi oleh Admin.

II.    Tujuan dan Manfaat

1.  Konfigurasi Port Security Static mode untuk mengamankan konektifitas pada Port Switch agar hanya bisa digunakan oleh Perangkat tertentu.
2.    Pengaplikasian Port Security Static dalam sebuah jaringan dan penggunaannya.

III.    Latar Belakang

Dalam dunia jaringan, keamananan merupakan suatu hal yang sudah menjadi dasar bagi seorang administrator. Guna melindungi data dari jaringan, dan juga melindungi resource yang tersedia dalam jaringan tersebut. Namun seiring tersebarnya ilmu pengetahuan mengenai jaringan, kini semakin banyak pula orang-orang yang mampu menembus keamanan suatu jaringan dengan mudah. Maka dari itu munculah fitur Port Security pada Switch Cisco ini yang kemudian dapat memperketat keamanan dari suatu jaringan, guna meningkatan hambatan dari seorang peretas jaringan ketika sedang melakukan tindakan kriminal.

IV.    Alat dan Bahan

1.    Dalam Virtual,  
      a.    Switch
      b.    2 set PC Client  
2.    Fisik
      a.    PC atau laptop yang sudah terinstall Cisco Packet Tracer

V.    Standar Operasional Prosedur

1.    Berdo’a sebelum melakukan pekerjaan.
2.    Memakai pakaian kerja.
3.    Melakukan pekerjaan sesuai rencana.
4.    Tidak mengubah fokus ketika sedang bekerja.
5.    Melakukan pekerjaan hingga selesai.
6.    Berdo’a selesai melakukan pekerjaan.

VI.    Tahap Pelaksanaan

1.    Topologi Jaringan

2.    Langkah Kerja

1.    Pertama-tama sebelum masuk ke pengaturan pada Switch, ping dulu antara Client PC1 ke PC2 dan sebaliknya. 
2.    Setelah itu baru masuk ke pengaturan pada Switch untuk menambahkan pengaturan Port Security pada Switch. Tapi kita cek dulu MAC address dari client yang sudah terkoneksi ke Switch dengan perintah show mac-address-table.   
3.    Lalu masuk ke  penambahan pengaturan Port Security dengan syntax seperti di bawah ini.
 
Keterangan :        
int fa0/1                                                 masuk ke pengaturan interface fa0/1
switchport mode access                       mengubah mode pengaturan acces
switchport port-security                      mengubah pengaturan switchport menjadi security
switchport port-security mac-address 00d0.ff64.e44d          mengubah pengaturan switchport security menjadi mac address 00d0.ff64.e44d
int fa0/2                                                 masuk ke pengaturan interface fa0/2
switchport mode access                       mengubah mode pengaturan acces
switchport port-security                      mengubah pengaturan switchport menjadi security
switchport port-security mac-address 00e0.f9e5.de77         mengubah pengaturan switchport security menjadi mac address 00d0.ff64.e44d

4.   Setelah itu kita dapat melihat hasil pengaturan Port Security tadi dengan perintah show port-security. Akan terlihat seperti ini.  
 
5.    Setelah itu kita juga melihat tipe konfigurasi dan juga mac address yang terdaftar pada masing-masing interface pada Switch dengan perintah show port-security address seperti gambar di bawah ini.  
 
6.    Untuk melihat rincian dari masing-masing pengaturan interface kita bisa menggunakan syntax show port-security interface [interfaceyangingindilihatpengaturannya]. Contohnya show port-scurity interface fa0/1.   

3.    Pengujian

1.    Setelah itu kita bisa mencoba ping antara masing-masing Client lagi antar satu sama lain.  

 
Dapat dilihat jika masih dapat diping.
2.    Setelah itu untuk melihat apakah security tadi memang berfungsi atau tidak dengan mengubah tempat kita menancapkan port dari client pada Switch. Kemudian kita coba ping lagi. Maka jika pengaturannya benar, seharusnya tidak akan bisa saling ping antara PC1 dan PC2.  
  
3.    Untuk mengembalikan ke topologi yang tadi, kita harus menyalakan ulang interface agar mau menyala. Namun sebelum dinyalakan harus dimatikan dulu seperti gambar di bawah ini.

VII.    Hasil dan Kesimpulan

Dengan ini berhasil konfigurasi Port Security tipe static untuk pengaman jaringan. Untuk contoh awal ini Cuma menggunakan action shutdown jika port dikoneksikan dengan host yang berbeda mac address dengan mac yang diseting tadi.

 VIII.   Referensi

  1. http://www.zufar.id/2016/02/port-security-cisco.html 
  2. Buku Modul Cisco IDN (Best Networking Cisco by Untung Wahyudi)
Read More

Monday, 1 August 2016

Simulasi Konfigurasi DHCP Switch pada Cisco Packet Tracer

Leave a Comment

I. Pengertian

DHCP (Dynamic Host Configuration Protoocol) adalah Network Protokol yang distandarisasi pada Internet Protokol yang berfungsi untuk mendistribusikan konfigurasi jaringan seperti ip address, DNS server address, gateway address dan sebagainya. Dengan menggunakan DHCP, komputer Client merequest IP address dan parameter jaringan lainnya secara otomatis dari DHCP Server. Yang kemudian pada akhirnya mengurangi kerja dari Network Administrator.

II. Tujuan dan Manfaat

1. Konfigurasi Switch sebagai Server DHCP.
2. Menerapkan konfigurasi DHCP Server pada Jaringan.

III. Latar Belakang

Seiring dengan berkembangnya internet yang meningkatkan jumlah jaringan di dunia ini, mengakibatkan munculnya perangkat-perangkat jaringan yang membantu dalam proses pembuatan jaringan. Salah satunya juga Switch yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa host agar dapat menjadi satu. Meski begitu Switch sekarang ini memiliki fitur-fitur tambahan seperti VTP, Telnet, SSH dan juga DHCP Server.

IV. Alat dan Bahan

1. Dalam Virtual,
   a. Switch
   b. 5 set PC Client
2. Fisik
   a. PC atau laptop yang sudah terinstall Cisco Packet Tracer

V. Standar Operasional Prosedur

1. Berdo’a sebelum melakukan pekerjaan.
2. Memakai pakaian kerja.
3. Melakukan pekerjaan sesuai rencana.
4. Tidak mengubah fokus ketika sedang bekerja.
5. Melakukan pekerjaan hingga selesai.
6. Berdo’a selesai melakukan pekerjaan.

VI. Tahap Pelaksanaan

1. Topologi Jaringan


2. Langkah Kerja

1. Pertama-tama kita langsung masuk ke pengaturan Switch, kalau menyesuaikan dengan topologi saya di atas menggunakan Switch1. Kalau untuk Switch sedikit berbeda dari Router yang mana sudah memiliki interface yang memiliki ip. Namun untuk Switch kita perlu masuk ke pengaturan interface VLAN, untuk id VLAN nya menyesuaikan pengaturan yang dipakai. Karena saya masih menggunakan pengaturan vlan default, maka yang diseting merupakan vlan dengan id 1. Lalu baru menseting pengaturan DHCP pool dari Switch. Untuk jelasnya bisa lihat di bawah ini.

Keterangan :
enable
conf term
int vlan 1                                                       masuk ke dalam pengaturan interface vlan 1
ip address 192.168.1.254 255.255.255.0 mengatur ip interface terpilih menjadi 192.168.1.254                                                                               dengan netmask 255.255.255.0
no shutdown
ex
ip dhcp pool DHCP1                                    membuat pengaturan DHCP pool dengan nama DHCP1                                                                           lalu masuk ke dalam pengaturan lanjutnya.
network 192.168.1.0 255.255.255.0               mengatur network pengaturan DHCP yang sedang                                                                                   dikonfigurasi menjadi 192.168.1.0 dengan netmask                                                                                 255.255.255.0
default-router 192.168.1.254                        mengatur gateway dari DHCP yang sedang                                                                                              dikonfigurasi menjadii 192.168.1.254
ex
2. Setelah itu menyesuaikan pengaturan pada Client agar mendapatkan ip secara otomatis DHCP dari server.

3. Pengujian

1. Untuk pengujiannya kita bisa langsung ping dari Router menuju ip yang sudah didapat oleh Client. Jika pengaturan sudah benar maka seharusnya ping tersebut memiliki nilai meskipun tidak 100 persen.

2. Kita juga bisa menguji dengan melakukan ping dari Client menuju Server lalu melakukan ping menuju Client lain juga.



VII. Hasil dan Kesimpulan

Dengan ini konfigurasi Switch sebagai DHCP server sudah berhasil. Dalam konfigurasinya Switch dan Router hampir sama, hanya saja jika pada Switch kita perlu mengatur ip tambahan pada VLAN agar bisa dijadikan DHCP Server dan gateway.

VIII. Referensi

  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Dynamic_Host_Configuration_Protocol
  2. buku ccna lab guide nixtrain_1st edition_full version by Agus Setiawan
  3. buku Best Networking Cisco by Untung Wahyudi
Read More

Simulasi Konfigurasi DHCP Router pada Cisco Packet Tracer

4 comments

I. Pengertian

DHCP (Dynamic Host Configuration Protoocol) adalah Network Protokol yang distandarisasi pada Internet Protokol yang berfungsi untuk mendistribusikan konfigurasi jaringan seperti ip address, DNS server address, gateway address dan sebagainya. Dengan menggunakan DHCP, komputer Client merequest IP address dan parameter jaringan lainnya secara otomatis dari DHCP Server. Yang kemudian pada akhirnya mengurangi kerja dari Network Administrator.

II. Tujuan dan Manfaat

1. Konfigurasi Router sebagai Server DHCP.
2. Menerapkan konfigurasi DHCP Server pada Jaringan.

III.                  Latar Belakang

Seiring dengan berkembangnya internet yang meningkatkan jumlah jaringan di dunia ini, mengakibatkan munculnya perangkat-perangkat jaringan yang membantu dalam proses pembuatan jaringan. Salah satunya merupakan Router, yakni perangkat yang fungsinya untuk menghubungkan lebih dari satu jaringan, serta mencari rute tercepat dalam melintasi antar masing-masing jaringan tersebut. Dalam perkembangannya Router kini tidak hanya memiliki dua fungsi tersebut saja, kini router mampu merangkap fungsi sebagai DHCP server yang kemudian dapat membuat layanan DHCP untuk Client yang terkoneksi dengan Router.

IV. Alat dan Bahan

1. Dalam Virtual, 
   a. Router
   b. Switch
   c. 5 set PC Client 
2. Fisik
   a. PC atau laptop yang sudah terinstall Cisco Packet Tracer

V. Standar Operasional Prosedur

1. Berdo’a sebelum melakukan pekerjaan.
2. Memakai pakaian kerja.
3. Melakukan pekerjaan sesuai rencana.
4. Tidak mengubah fokus ketika sedang bekerja.
5. Melakukan pekerjaan hingga selesai.
6. Berdo’a selesai melakukan pekerjaan.

VI. Tahap Pelaksanaan

1. Topologi Jaringan


2. Langkah Kerja

1. Pertama-tama kita masuk Router yang akan dipakai untuk server DHCP. Untuk menyesuaikan topologi saya, saya konfigurasi pada Router1. Masuk mode privillege, kemudian mode configure terminal setelah itu langsung membuat DHCP pool. Untuk pengaturan IP tidak saya masukkan ke dalam pengaturan di bawah ini. Namun untuk milik saya sudah sebelumnya saya seting seperti topologi di atas. 

Keterangan (untuk konfigurasi dasar tidak saya beri keterangan):
enable
configure terminal
ip dhcp pool DHCP1          membuat pengaturan DHCP pool dengan nama DHCP1 lalu                                                                  masuk ke pengaturan lanjutan dari pengaturan pool tersebut.
network 192.168.1.0 255.255.255.0  mengatur network DHCP pool yang sedang dikonfigurasi                                                                        menjadi 192.168.1.0 dengan subnet mask 255.255.255.0.
default-router 192.168.1.254          mengatur gateway DHCP pool yang sedang dikonfigurasi                                                                      menjadi 192.168.1.254
ex 

2. Setelah untuk tambahan pengaturan, kita bisa memasukkan pengaturan tambahan untuk  DHCP. Yakni memasukkan ip yang dikecualikan dari ip dhcp pool, sehingga ip tersebut tidak akan dipakai oleh Client. Kita gunakan syntax ip dhcp excluded-address [ipyangdikecualikan]. Contohnya ip dhcp excluded-address 192.168.1.254.

3. Setelah itu kita sudah bisa menggunakan pengaturan tadi. Untuk mengecek pengaturan DHCP yang sudah kita buat tadi kita bisa menggunakan syntax show ip dhcp pool. Nanti akan terlihat tampilan seperti ini.

4. Pada Client seting juga pengaturan menjadi DHCP agar client merequest ip secara otomatis.

5. Lalu juga bisa melihat list ip yang sudah didapatkan oleh Client dengan perintah show ip dhcp binding. 

3. Pengujian

1. Untuk pengujiannya bisa langsung ping dari router menuju salah satu Client apakah sudah memang mendapat ip apa belum. Contohnya seperti gambar di bawah ini.


2. Kita juga dapat menguji dengan melakukan ping dari Client menuju router seperti ini (ip 192.168.1.264). Dan juga melakukan ping menuju client lain (ip 192.168.1.2). 

VII. Hasil dan Kesimpulan

Dengan ini konfigurasi Router sebagai server DHCP sudah berhasil dilakukan dan dapat diterapkan dalam jaringan untuk memudahkan saat konfigurasi ip pada client-client yang jumlahnya cukup banyak. 

VIII. Referensi


  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Dynamic_Host_Configuration_Protocol
  2. buku ccna lab guide nixtrain_1st edition_full version by Agus Setiawan
  3. buku Best Networking Cisco by Untung Wahyudi


Read More