Instalasi Zimbra 8.7 di Ubuntu 16.04
Pengertian
Zimbra Collaboration Suite (ZCS) adalah software kolaboratif suite, yang mencakup email server dan web client.
Zimbra awalnya dikembangkan oleh LiquidSys, yang berganti nama menjadi Zimbra, Inc pada 26 Juli 2005. Zimbra Collaboration Suite pertama kali dirilis pada tahun 2005. Perusahaan ini kemudian dibeli oleh Yahoo pada tanggal 17 September 2007, dan kemudian dijual ke VMware pada tanggal 12 Januari 2010. Pada bulan Juli 2013, dijual oleh VMware untuk Telligent Sistem yang berubah nama menjadi Zimbra, Inc pada bulan September 2013. Hal ini kemudian diakuisisi oleh Synacor Inc pada 18 Agustus 2015.
Menurut mantan Presiden Zimbra dan CTO Scott Dietzen, nama untuk Zimbra berasal dari lagu " I Zimbra " oleh Talking Heads .
Maksud dan Tujuan
- Instalasi Zimbra 8.7 untuk digunakan sebagai Mail Server pada Ubuntu 16.04.
- Konfigurasi Zimbra hingga dapat digunakan sebagai Mail Server dan juga Webmail Server.
Latar Belakang
Sebelumnya, ketika kita ingin memasang Mail Server maka bersamaan dengan itu kita juga harus menyediakan Web yang akan digunakan sebagai User Interface sehingga User dapat mengaksesnya dengan mudah tanpa menggunakan aplikasi Mail Client yang biasanya disebut Web Mail. Hal ini membuat suatu sistem Mail Server menjadi tidaklah bisa menyatu dengan benar, karena semuanya bergantung pada Administrator yang sudah membangung Server tersebut. Jika Administratornya handal maka hasilnya bagus, dan sebaliknya. Maka dari itulah ada perkembangan perangkat lunak baru yang sudah mencakup kedua server tersebut yakni Zimba sehingga kita tidak perlu memecah-mecah antara mana Mail Server dan mana Webmail Server.
Jangka Waktu Pelaksanaan Kegiatan
Sekitar satu jam jika sudah mahir.
Alat dan Bahan
- Seperangkat Laptop atau PC.
- Package Installer Zimbra yang sudah didownload sesuai platform.
- Koneksi internet.
Tahapan dan Langkah Kegiatan
Pengaturan Dasar
- Pertama-tama kita atur hostname dan juga domain dari Ubuntu yang akan kita pakai untuk server. Kita edit dengan syntax "sudo nano /etc/hosts" dan"sudo nano /etc/hostname" Nanti isi dari file hostname seperti ini.Dan file host seperti ini.
- Kemudian kita siapkan dulu perangkat-perangkat yang akan diinstall. Yakni Installer Zimbra. Untuk versi Ubuntu 16.04 bisa didonwload di sini.
- Setelah itu selanjutnya kita masuk ke pengaturan jaringan dari Server yang akan diinstall Zimbra. Kalau milik saya pengaturannya adalah sebagai berikut ini.
Instalasi
- Pada bagian awal kita masuk ke folder tempat meletakkann file instalasi Zimbra yang sudah didownload tadi.
- Kemudian setelah itu ekstrak file instalasi tadi dengan perintah "sudo tar -zxf [namafile]"Maka setelah itu akan ada folder hasil ekstraksi dari file instalasi tadi.Kemudian ubah hak akses dari folder hasil ekstrak tadi agar bisa dibuka oleh semuanya atau hak akses universal. Caranya dengan masukkan perintah "sudo chmod -R 777 [namafolderhasilekstrak]".
- Kemudian selanjutnya masuk ke folder hasil ekstraksi tadi lalu ketikkan perintah "sudo ./install.sh"
- Setelah itu akan ada notifikasi bahwa versi tidak sesuai atau tidak cocok dengan OS. Masukkan y untuk yes atau ya, karena tadi yang sebenarnya didownload sudah merupakan versi software untuk 16.04 namun mungkin karena suatu bug jadi tidak dapat terdeteksi.
- Setelah itu akan ada proses sebentar untuk program installer memproses data yang akan diinstall. Kemudia installer akan berhenti pada saat meminta konfirmasi persetujuan pengguna. Masukkan y untuk yes atau ya dan melanjutkan proses installl.
- Lalu setelah itu akan ada permintaan konfirmasi untuk menggunakan repositori milik Zimbra.
- Kemudian installer akan membaca package dari repositori Zimbra. Setelah itu akan diinstall packagenya satu persatu. Lalu pada saat proses menginstall masukkan y untuk menyetujui package yang diajukan untuk menginstall.Namun pada bagian Install zimbra-dnscache masukkan n untuk no atau tidak agar tidak menginstall package zimbra-dnscache karena nantinya kita tidak akan menggunakan fitur layanan dns dari Zimbra-nya melainkan dengan membuat pengaturan diluar Zimbra. Jika kita menginstallnya, maka akan terjadi port konflik dengan DNS luar. Dan di sisi lain jika kita tidak menggunakan DNS luar terkadang dns-cache Zimbra mengalami error.Sisanya sama dengan yang awal tadi, masukkan y untuk yes atau ya.
- Setelah selesai memilih package yang akan diinstall, akan ada konfirmasi lagi bersamaan dengan tampilan list package yang akan diinstall. Masukkan y untuk menyetujuinya dan melanjutkan instalasi.
- Setelah selesai proses instalasi akan masuk ke semacam menu konfigurasi Zimbra melalui CLI. Pada bagian ini akan ada sedikit info mengenai rincian pengaturan pada Zimbra. Untuk bagian terpenting adalah bagian Admin user dan Admin password. Di situ dapat dilihat hasil dari pengaturan default adalah Admin tidak memiliki password yang sudah diset atau diatur. Maka dari itu kita harus mengatur agar user tersebut diberi keamanan dengan password. Kita masukkan 7 untuk masuk ke pengaturan zimbra-store.
- Setelah masuk ke sub menu dari zimbra-store, selanjutnya pilih 4 untuk Admin Password, yakni untuk mengubah passowrd dari user Admin.
- Setelah itu langsung masukkan password yang akan digunakan untuk user Admin tersebut. Setelah selesai tekan enter.
- Kemudian selanjutnya akan kembali ke sub menu zimbra-store masukkan r untuk kembali ke menu sebelumnya.
- Setelah masuk ke menu utama, masukkan a untuk apply atau menerapkan seluruh pengaturan tadi.Ketika ada notifikasi untuk menyimpan data konfigurasi ke file, masukkan yes.
- Lalu ketika diminta memasukkan file hasil simpan konfigurasi, langsung tekan enter saja untuk menggunakan pengaturan default.
- Akan ada notifikasi juga mengenai sistem akan diubah atau dimofikasi, masukkan yes.
- Setelah itu program instalasi akan memproses data-data program yang ingin diinstall.
- Lalu setelah itu akan ada notifikasi untuk mengirimkan notifikasi ke server pusat Zimbra mengenai instalasi server Zimbra tadi. Bisa diisi yes maupun no.
- Setelah itu instalasi dan konfigurasi penginstalan selesai.
Pengujian
- Pada tahap selanjutnya kita menguji apakah Zimbra Server kita sudah berjalan sebagaimana mestinya.
- Untuk masuk ke Webmail khusus admin, kita bisa memasukkan tipe protokol https, diikuti ip address server, lalu diikuti port 7071. Bisa dilihat seperti gambar di bawah ini.Apabila ada notifikasi koneksinya tidak aman, lanjutkan dengan memberikan pengecualian sertifikat untuk alamat tersebut.
- Setelah halaman tersebut terbuka, masukkan akun admin dengan formatuser : admin@[domainyangdipakai]password : [passwordyangtadidiseting]Lalu klik sign in.
- Lalu pada halaman awal admin Server Zimbra, klik pada toolbar Server Status di kiri window.
- Lalu pada window selanjutnya akan ditampilkan service apa saja yang sudah aktif dan berjalan dengan sempurna. Jika memang instalasi sudah benar, maka seharusnya tidak ada service yang bermasalah dengan tanda merah.Biasanya server mengalami agak delay untuk mendeteksi service, coba refresh halaman dulu sebelum mencoba memperbaiki Zimbra Server.
Hasil yang didapatkan
- Dengan ini selesai Instalasi Zimbra Server beserta dengan konfigurasi awal hingga admin bisa mengatur pengaturannya melalui Webpage. Lalu untuk pengaturan-pengaturan selanjutnya kebanyakan dikonfigurasi melalui Remote Website.
- Error yang sering terjadi :
- Kesalahan saat mengatur DNS, hostname, serta domain name.
- Kesalahan menginstall dengan mengikutkan dns-cache milik Zimbra.
- Lupa mengatur password admin saat selesai instalasi.
Kesimpulan
Zimbra Server telah selesai dibuat. Meskipun targetnya Zimbra ini digunakan sebagai Mail Server, namun dalam package-nya sudah terinclude pula Web Mail dan juga LDAP Server yang mana membuat Zimbra ini menjadi salah satu Perangkat Lunak Mail Server yang cukup lengkap.Referensi
Zimbra Server telah selesai dibuat. Meskipun targetnya Zimbra ini digunakan sebagai Mail Server, namun dalam package-nya sudah terinclude pula Web Mail dan juga LDAP Server yang mana membuat Zimbra ini menjadi salah satu Perangkat Lunak Mail Server yang cukup lengkap.
0 comments:
Post a Comment