Thursday, 28 July 2016

Konfigurasi Apache Web Server Debian 8.5 Server

Leave a Comment
Apache adalah salah satu web server populer yang banyak dipakai. Kelebihannya adalah banyaknya kustomisasi yang bisa kita lakukan agar apache dapat bekerja sesuai yang kita inginkan. Kali saya akan menunjukkan beberapa konfigurasi pada apache yang dapat kita lakukan.

Membuat Virtual Direktori

Biasanya, kita harus meletakkan halaman-halaman web kita di folder /var/www (jika di linux) atau /htdocs (jika di windows). Nah, ada trik dimana jika kita ingin meletakkan halaman web di luar folder-folder ini, atau istilahnya Virtual directory.

Pertama kita harus meng-enable modul mod_alias milik apache
LoadModule alias_module modules/mod_alias.so



Kemudian tambahkan konfigurasi berikut di .httpd.conf


# ADD THIS LINES FOR YOUR VIRTUAL DIRECTORIES Alias /project1 /home/me/web/project1 Alias /project2 /home/me/web/project2 Alias /project3 /home/me/web/project3

dalam contoh, saya membuat virtual directory bernama /project1 dimana sebenarnya letak project1 ini ada di /home/me/project1

Lalu tambahkan baris berikut untuk setiap virtual direktori:

# SETTING DIRECTORY FOR /home/me/web/project1

Options None
AllowOverride All
Order allow,deny
Allow from all


Kita harus membuat lebih dari satu konfigurasi untuk setiap virtual direktori yang kita buat seperti di atas. Kemudian Restart Apache.

Hosting lebih dari satu website

Apache dapat meng-host lebih dari satu website. Metode ini bisa dilakukan dengan melakukan setting yang disebut "virtual host" di Apache.

di folder /etc/apache2/sites-available/ ada sebuah file bernama "default". Gunakan file ini sebagai template untuk file virtual host. Untuk melakukannya cukup copy file-nya, dan rename dengan nama lain. contoh :
cp default djmadjack.com
kemudian edit file yang baru kta copy tersebut menggunakan text editor


nano djmadjack.com
kemudian tambahkan baris berikut :


      ServerAdmin eric@djmadjack.com
      ServerName www.djmadjack.com
      DocumentRoot /var/www/djmadjack.com/
      
              Options FollowSymLinks
              AllowOverride None
      
      
              Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
              AllowOverride None
              Order allow,deny
              allow from all
      

 (...)

Baris DocumentRoot adalah letak di mana halaman web kita akan disimpan.

Kemudian kita perlu meng-enable website baru kita.

a2ensite djmadjack.com
Jika sewaktu-waktu kita perlu men-disable, gunakan

a2dissite djmadjack.com

Terakhir, restart apache.

Direktori Halaman Web per User

Secara default, letak halaman web apache adalh di /var/www. Ada kalanya kuta ingin membuat agar setiap user di komputer memiliki folder web nya sendiri-sendiri, jadi nantinya website kita bisa diakses lewat url : http://example.com/~namauser/
Pertama, kita perlu meng-enable modul mod_userdir di apache

sudo a2enmod userdir


Lalu lakukan konfigurasi di file userdir.conf

gksudo gedit /etc/apache2/mods-enabled/userdir.conf

Kemudian ganti dengan baris berikut :

<IfModule mod_userdir.c>
        UserDir public_html
        UserDir disabled root
 
        <Directory /home/*/public_html>
  AllowOverride All
  Options MultiViews Indexes SymLinksIfOwnerMatch
  <Limit GET POST OPTIONS>
          Order allow,deny
          Allow from all
  </Limit>
  <LimitExcept GET POST OPTIONS>
          Order deny,allow
          Deny from all
  </LimitExcept>
        </Directory>
</IfModule>


Restart apache.

Dengan ini, setiap user dapat memiliki folder web nya di folder public_html di home foldernya masing-masing. Url nya dapat diakses melalui : http://127.0.0.1/~namauser/.

Disable Directory Listing

Secara default, apache akan memperlihatkan direktori jika tidak dapat menemukan file index.html atau index.php. Untuk alasan keamanan, kita mungkin ingin mendisable hal ini.

Pertama, buka file .httpd.conf

Cari baris berikut

Options Includes Indexes FollowSymLinks MultiViews

Kemudian hapus tulisan Indexes menjadi :

Options Includes FollowSymLinks MultiViews

Restart apache.

Melindungi Direktori dengan Password

Kita dapat melindungi sebuah direktori agar tidak dapat diakses orang yang tidak berhak. Caranya dengan menggunakan file .htaccess

Pertama buat file bernama .htacess di direktori yang ingin kita lindungi. Isi dengan baris berikut :


AuthName "Section Name"
    AuthType Basic
    AuthUserFile /home/username/.htpasswds
    Require valid-user 


baris /home/username/,htpasswds merupakan lokasi file yang berisi username dan password kita.
Buatlah file tersebut.

Kemudian buka situs berikut, isi username dan password anda pada form yang sesuai, kemudian klik create password. maka password akan dienkripsi.

kemudian isi file .htpasswds kita dengan username dan password yang kita dapat dari situs barusan.


username:password


Restart apache.

Nah sekarang, direktori kita sudah terlindungi. Jika user membuka direktori ini lewat web browser, sebuah dialog box akan muncul dan menanyakan username dan password sebelum kita dapat mengaksesnya. Atau alternatifya kita bisa membukanya lewat :

http://username:password@www.website.com/directory/ 
    
Konfigueasi SSL

Ada kalanya kita ingin melindungi website kita dengan SSL untuk alasan keamanan.  Untuk kasus self-signed certificate, kita bisa melakukan langkah berikut :

Pertama, enable SSL di Apache 

sudo a2enmod ssl

Generate file CSR

sudo openssl req -new > new.ssl.csr

Masukkan passphrase, ingat baik-baik, karen akita akan ditanya lagi di langkah berikutnya.

Kemudian kita akan diberikan serangkaian pertanyaan :

Generating a 1024 bit RSA private key
................++++++
........................++++++
writing new private key to 'privkey.pem'
Enter PEM pass phrase:
Verifying - Enter PEM pass phrase:
-----
You are about to be asked to enter information that will be incorporated
into your certificate request.
What you are about to enter is what is called a Distinguished Name or a DN.
There are quite a few fields but you can leave some blank
For some fields there will be a default value,
If you enter '.', the field will be left blank.
-----
Country Name (2 letter code) [AU]:Masukkan kode Negara
State or Province Name (full name) [Some-State]:Masukkan nama Provinsi
Locality Name (eg, city) []:Masukkan nama kota
Organization Name (eg, company) [Internet Widgits Pty Ltd]:Masukkan nama instansi 
Organizational Unit Name (eg, section) []:Masukkan nama unit di institusi anda
Common Name (eg, YOUR name) []:Nama lengkap anda
Email Address []:Email anda

Please enter the following 'extra' attributes
to be sent with your certificate request
A challenge password []:Kosongi
An optional company name []:Opsional

Kemudian generate certificate nya

sudo openssl rsa -in privkey.pem -out new.cert.key
sudo openssl x509 -in new.ssl.csr -out new.cert.cert -req -signkey new.cert.key -days NNN
sudo cp new.cert.cert /etc/ssl/certs/server.crt
sudo cp new.cert.key /etc/ssl/private/server.key

Ganti NNN dengan jumlah hari certificate ini akan berlaku sebelum expired.

Kemudian lakukan konfigurasi di file situs anda yang ada di sites-available. Contohnya, saya di : /etc/apache2/sites-available/mydomain.net:

NameVirtualHost *:443
NameVirtualHost *:80


    ServerAdmin email address here
    ServerName mydomain.net
    ServerAlias www.mydomain.net
    DocumentRoot /srv/www/mydomain.net/public_html/
    ErrorLog /srv/www/mydomain.net/logs/error.log
    CustomLog /srv/www/mydomain.net/logs/access.log combined



    ServerAdmin 
 jzb@zonker.net
    ServerName mydomain.net
    ServerAlias www.mydomain.net
    DocumentRoot /srv/www/mydomain.net/public_html/

    ErrorLog /srv/www/mydomain.net/logs/error.log
    CustomLog /srv/www/mydomain.net/logs/access.log combined

    SSLEngine on
    SSLOptions +StrictRequire
    SSLCertificateFile /etc/ssl/certs/server.crt
    SSLCertificateKeyFile /etc/ssl/private/server.key

Enable situs anda 

sudo a2ensite mydomain.net

Restart apache.

Nah, sekarang kita bisa membuka situs kita dengan protokol https://www.example.com
Read More

Tuesday, 26 July 2016

Simulasi Konfigurasi InterVLAN Routing melalui CLI pada Cisco Packet Tracer

1 comment

I. Pengertian

Switch dalam penggunaan pada umumnya hanya untuk keperluan menyatukan perangkat atau host yang memiliki ip address dengan network yang sama. Namun untuk Switch Cisco sendiri memiliki beberapa fitur tambahan yang bisa digunakan untuk membuat jaringan lebih dari satu dalam satu Switch, sehingga untuk memecah jaringan besar menjadi beberapa jaringan tidak memerlukan banyak Switch. Cukup membuat wadah yang disebut VLAN lalu menyatukan VLAN tersebut antar satu Switch dengan Switch lainnya, protokol yang digunakan untuk menyatukan VLAN satu dengan VLAN lain yang berada pada Switch yang berbeda itulah yang disebut Trunking. Trunking berfungsi menyatukan antara VLAN yang sama dengan Switch yang berbeda layaknya berada dalam satu Switch yang sama. Jadi apabila ada jaringan yang sama namun tempat yang tidak mendukung untuk peletakan perangkat, dapat menggunakan salah satu fitur dari Switch tersebut. Meski begitu tetap saja antara dua jaringan yang berbeda, masih tidak bisa saling berhubungan. Untuk memungkinkan hubungan, kita harus menggunakan Routing Protocol dengan bantuan perangkat Router yang di Trunking dengan Switch.

II. Tujuan dan Manfaat

1.        Mampu konfigurasi InterVLAN Routing pada Switch.
2.   Mampu mengaplikasikan InterVLAN Routing pada Jaringan sehingga antara dua jaringan yang berbeda VLAN dapat 

III. Alat dan Bahan

1.         Dalam Virtual
    a.  Switch.
    b.  laptop atau PC.
2.     Fisik
    a.  Laptop yang sudah diinstall Cisco Packet Tracer.

IV. Standar Operasional Prosedur

1. Berdo’a sebelum melakukan pekerjaan.
2. Memakai pakaian kerja.
3. Melakukan pekerjaan sesuai rencana.
4. Tidak mengubah fokus ketika sedang bekerja.
5. Melakukan pekerjaan hingga selesai.
6. Berdo’a selesai melakukan pekerjaan.

V. Tahap Pelaksanaan

1. Topologi Jaringan


2. Langkah Kerja

1. Pertama-tama kita masuk ke pengaturan interface dari switch yang disambungkan ke router lalu ubah pengaturannya port menjadi trunk dengan memasukkan syntax switchport mode trunk.  

2. Kemudian masuk pengaturan pada Router yang akan digunakan untuk merouting jaringan pada VLAN-VLAN tadi. Syntax-syntaxnya seperti gambar di bawah ini.  
Keterangan (untuk pengaturan dasar tidak saya beri keterangan, jika belum tahu bisa lihat-lihat dipostingan saya sebelumnya):
int fa 0/0.10                                          
encapsulation dot1q 10                        memakai jenis enkapsulasi 802.1q untuk sub interface fa0/0.10 dengan VLAN 10
ip add 192.168.1.254 255.255.255.0
int fa 0/0.20
encapsulation dot1q 20                       memakai jenis enkapsulasi 802.1q untuk sub interface fa0/0.10 dengan VLAN 10
ip add 192.168.0.254 255.255.255.0
3. Karena tadi kita sudah mengatur ip dari interface virtual pada Router yang akan digunakan sebagai gateway , sekarang kita tinggal memasukkan pengaturan gateway tadi pada Client-client yang tersedia sesuai jaringan masing-masing. Untuk yang di bawah ini merupakan pengaturan pada Client jaringan 192.168.0.0 (staff).

 Untuk yang ini merupakan pengaturan gateway client pada jaringan 192.168.1.0 (karyawan).



3. Pengujian

 1. Lalu untuk tahap selanjutnya adalah mencoba tes menggunakan perintah ping pada masing-masing client ke jaringan lain. Hasilnya seperti di bawah ini. Ini ping dari PC1 ke laptop3.
 2.  Lalu untuk yang ini dari PC2 ke laptop6.

VI. Hasil dan Kesimpulan

Dengan ini selesai konfigurasi VLAN Trunking, sehingga kita bisa menyatukan beberapa VLAN dalam beberapa subnet yang berada pada Switch yang berbeda. Sehingga bisa membentuk jaringan logic yang tak kasat mata namun saling menyatu selama berada dalam satu subnet. Namun untuk hal ini belum dapat berkomunikasi dengan VLAN yang subnetnya berbeda, maka dari itu kita memerlukan InterVLAN Routing yang akan saya posting setelah ini.

VII. Referensi

Read More

Monday, 25 July 2016

Simulasi Konfigurasi VLAN Trunking melalui CLI pada Cisco Packet Tracer

Leave a Comment

I. Pengertian

Switch dalam penggunaan pada umumnya hanya untuk keperluan menyatukan perangkat atau host yang memiliki ip address dengan network yang sama. Namun untuk Switch Cisco sendiri memiliki beberapa fitur tambahan yang bisa digunakan untuk membuat jaringan lebih dari satu dalam satu Switch, sehingga untuk memecah jaringan besar menjadi beberapa jaringan tidak memerlukan banyak Switch. Cukup membuat wadah yang disebut VLAN lalu menyatukan VLAN tersebut antar satu Switch dengan Switch lainnya, protokol yang digunakan untuk menyatukan VLAN satu dengan VLAN lain yang berada pada Switch yang berbeda itulah yang disebut Trunking. Trunking berfungsi menyatukan antara VLAN yang sama dengan Switch yang berbeda layaknya berada dalam satu Switch yang sama. Jadi apabila ada jaringan yang sama namun tempat yang tidak mendukung untuk peletakan perangkat, dapat menggunakan fitur dari salah satu Switch tersebut.

II. Tujuan dan Manfaat

1.        Mampu konfigurasi VLAN Trunk pada Switch.
2.    Mampu mengaplikasikan VLAN Trunking sesuai fungsinya dalam jaringan dengan Switch.

III. Alat dan Bahan

1.         Dalam Virtual
   a.    Switch.
   b.    laptop atau PC.
2.     Fisik
   a. Laptop yang sudah diinstall Cisco Packet Tracer.

IV. Standar Operasional Prosedur

1. Berdo’a sebelum melakukan pekerjaan.
2. Memakai pakaian kerja.
3. Melakukan pekerjaan sesuai rencana.
4. Tidak mengubah fokus ketika sedang bekerja.
5. Melakukan pekerjaan hingga selesai.
6. Berdo’a selesai melakukan pekerjaan.

V. Tahap Pelaksanaan

1. Topologi Jaringan


2. Langkah Kerja

1. Pertama-tama kita masuk ke dalam mode CLI dari Switch 1 kemudian masuk pengaturan interface yang tersambung ke Switch lain. Untuk contohnya ini saya menyambungkan dengan menggunakan interface fa 0/23 lalu ubah pengaturan mode port menjadi trunk dengan syntax switchport mode trunk.

2. Lalu uba juga pengaturan pada Switch 2 dan sesuaikan pengaturan ip  address nya.

3. Setelah itu pastikan juga pengaturan dari vlan pada Switch 2 sama dengan Switch 1. Untuk milik saya menggunakan pengaturan ini.

4. Nyalakan juga interface vlan yang sudah dibuat tadi. Biasanya cukup masuk ke dalam pengaturan interfacenya sudah otomatis dinyalakan interface-nya. Namun jika tidak menyala seperti yang di bawah ini, gunakan perintah no shutdown.

5. Untuk pengaturan pada Switch 1 bisa dilihat pada postingan saya sebelumnya mengenai VLAN.

3. Pengujian

1. Jika sudah berhasil maka seharusnya sudah bisa  terkoneksi dan dapat diping meskipun beda switch. Berikut ini contoh ping dari PC1 ke PC2.
2. Lalu untuk yang ini ping dari Laptop1 ke Laptop4. 

VI. Hasil dan Kesimpulan

Dengan ini selesai konfigurasi VLAN Trunking, sehingga kita bisa menyatukan beberapa VLAN dalam beberapa subnet yang berada pada Switch yang berbeda. Sehingga bisa membentuk jaringan logic yang tak kasat mata namun saling menyatu selama berada dalam satu subnet. Namun untuk hal ini belum dapat berkomunikasi dengan VLAN yang subnetnya berbeda, maka dari itu kita memerlukan InterVLAN Routing yang akan saya posting setelah ini.

VII. Referensi

Read More

Simulasi Konfigurasi VLAN melalui CLI pada Cisco Packet Tracer

Leave a Comment

I.            Pengertian

Switch dalam penggunaan pada umumnya hanya untuk keperluan menyatukan perangkat atau host yang memiliki ip address dengan network yang sama. Namun untuk Switch Cisco sendiri memiliki beberapa fitur tambahan yang bisa digunakan untuk membuat jaringan lebih dari satu dalam satu Switch, sehingga untuk memecah jaringan besar menjadi beberapa jaringan tidak memerlukan banyak Switch. Cukup membuat wadah yang disebut VLAN, jadi VLAN merupakan fitur dari Switch Cisco yang dapat membuat lingkup jaringan baru dalam satu Switch yang kemudian bisa dimanajemen sesuai kebutuhan.

II.            Tujuan dan Manfaat

1.        Mampu konfigurasi VLAN pada Switch.
2.    Mampu menggunakan fitur VLAN dengan benar.

III.            Alat dan Bahan

1.         Dalam Virtual
   a.    Switch.
   b.    laptop atau PC.
2.     Fisik
   a. Laptop yang sudah diinstall Cisco Packet Tracer.

IV.            Standar Operasional Prosedur

1.         Berdo’a sebelum melakukan pekerjaan.
2.         Memakai pakaian kerja.
3.         Melakukan pekerjaan sesuai rencana.
4.         Tidak mengubah fokus ketika sedang bekerja.
5.         Melakukan pekerjaan hingga selesai.
6.         Berdo’a selesai melakukan pekerjaan.

V.            Tahap Pelaksanaan

1.           Rancangan Akhir Topologi Jaringan


2.           Langkah-langkah Konfigurasi

a.     Pertama-tama kita bisa melihat topologi jaringan sebelum kita melakukan konfigurasi VLAN, yang mana dalam satu switch hanya bisa diatur satu jaringan aktif saja. Seperti gambar di bawah ini.   Jadi jika kita memang ingin menambah jaringan lain, maka harus menambah switch baru lalu menyambungkannya ke router. Namun jika menggunakan managed switch pada Router Cisco kita bisa langsung mengaturnya tanpa menggunakan switch yang terpisah sehingga topologinya akan menjadi seperti di bawah ini. Kita masuk dulu ke dalam pengaturan CLI Terminal dari Switch.


b.     Setelah itu  kita seting dengan syntax-syntax berikut ini untuk membuat vlan 10  dengan nama vlan karyawan dan vlan 20 dengan nama vlan staff. Petunjuk lengkap pembuatan vlan dapat dilihat diposting saya sebelumnya.  


c.      Kemudian setelah kita membuat vlan tadi dan menamainya, selanjutnya kita masukkan interface yang akan disatukan dengan vlan tersebut. Caranya masuk ke interface dengan perintah interface diikuti dengan nama dan nomor id interface lalu masukkan perintah switchport mode access setelah itu masukkan switchport access vlan nomorvlanyangdiinginkan. Contohnya seperti pengaturan saya di bawah ini.   


Keterangan:

Switch>en
Switch#conf term
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name karyawan
Switch(config-vlan)#vlan 20
Switch(config-vlan)#name staff
Switch(config-vlan)#int range fa0/1-20
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
Switch(config-if-range)# int range fa0/21-23
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 20
Switch(config-if-range)#

d.     Setelah diseting vlan, maka topologi akan bisa didesain seperti ini. Dalam satu switch dapat berisi lebih dari satu jaringan saja. Untuk hubungan dengan host di switch lain agar bisa saling satu jaringan akan membutuhkan pengaturan tambahan yakni vlan trunking yang bisa dilihat pada postingan berikut.


e.      Untuk berjaga-jaga ketika mengalami masalah saat konfigurasi, kita simpan dulu pengaturan dengan mengetikkan syntax write pada mode privillege untuk menulis atau menyimpan pengaturan yang sudah diseting tadi ke memory.


f.       Kita juga bisa mengecek pengaturan vlan yang sudah kita buat tadi dengan memasukkan perintah show vlan brief. Maka tampilannya akan seperti ini, yakni ditampilkan vlan id, nama vlan, status vlan dan juga port interface fisik yang sudah diseting menjadi satu dengan vlan tersebut.


g.     Lalu kita bisa mengecek status dari interface vlan dan juga ip dari interface vlan dengan menggunakan perintah show ip interface brief. Untuk yang ini saat interface vlan tersebut belum saya seting dan masing dalam keadaan down atau mati.


h.     Lalu kemudian kita bisa mengaktifkan nya dengan masuk mode interface dengan syntax perintah interface vlan [idvlan]. Untuk contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini untuk menyalakan pada vlan 10 dan vlan 20.


i.       Setelah itu jika kita cek kembali pada daftar interface tadi, maka akan ada tambahan interface yang sudah dalam kondisi up atau aktif.


3.           Pengujian

a.     Untuk pengujian bisa menggunakan perintah ping saja, karena dalam hal ini saya menggunakan fitur multi vlan switch, sehingga antara interface yang beda vlan seharusnya tidak bisa saling ping. Namun jika ip dari hostnya sudah diganti maka sepertinya jika dites akan sama saja Karena pada dasarnya walaupun cukup diganti ip dari hostnya saja, antar host dalam satu switch sudah tidak bisa saling ping.

VI.            Hasil dan Kesimpulan

Dengan ini host dalam satu switch sudah bisa dipecah dalam beberapa jaringan, namun tidak memerlukan beberapa switch. Untuk konfigurasi lebih lanjutnya masing memerlukan trunking dan juga routing antar vlan.

VII.            Referensi

Read More